Kemajuan di sektor pertanian dan perkebunan serta kemandirian di bidang pangan merupakan target yang ingin dicapai oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian Pertanian sudah menyusun berbagai strategi guna menunjang hal ini, salah satunya dengan pengembangan 1.800 kampung buah.
Program Kampung Hortikultura digagas oleh Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan dengan tujuan untuk menggenjot produksi buah-buahan.
Bukan Sepenuhnya Program Baru
Kampung buah bukanlah sebuah gagasan baru. Pasalnya ide ini sudah diterapkan beberapa tahun sebelumnya untuk meningkatkan produksi beberapa komoditas buah.
Ide ini telah diberlakukan sejak tahun 2020-2022 dengan mengembangkan 134 Kampung Jeruk, 149 Kampung Mangga, 137 Kampung Manggis, 243 Kampung Pisang, 422 Kampung Durian, 253 Kampung Lengkeng, 284 Kampung Alpukat, dan 189 Kawasan Buah Lainnya.
Baca Juga: Anggaran Pangan 2025 Capai Rp139 T, Swasembada Bisa Terwujud?
Genjot Komoditas Durian dan Mangga Untuk Ekspor
Di tahun ini, Kementan juga fokus untuk meningkatkan produksi buah lokal supaya bisa bersaing di pasar global.
Terdapat dua komoditas buah yang saat ini dipersiapkan untuk bisa diekspor, yakni mangga dan durian. Keduanya cukup diminati oleh banyak kalangan di berbagai negara.
Proses budidayanya difokuskan pada kampung buah, dengan luas lahan minimal 10 hektar per desa. Harapan yang ingin dicapai tentu saja agar Indonesia lebih mandiri dalam sektor pangan dan berjaya di kancah ekspor global.
Memberi Harapan Pada Petani Lokal
Adanya program kampung buah bak secercah harapan bagi para petani lokal. Tidak hanya persiapan lahan, Kementan juga turut memberikan bantuan berupa benih, sarana produksi pertanian hingga pascapanen.
Melalui adanya kampung buah dengan target memenuhi permintaan pasar nasional dan ekspor, diharapkan dapat menciptakan kehidupan bagi petani yang lebih sejahtera.
Bukan tidak mungkin, swasembada pangan bisa kita wujudkan dalam kurun waktu empat tahun kedepan.